Tuesday, March 29, 2005

STORY FOR THE FAMILY'S HEART

Roy Angel adalah pendeta miskin yang memiliki kakak
seorang milyuner. Pada tahun 1940, ketika bisnis
minyak bumi sedang mengalami puncak, kakaknya
menjual padang rumput di Texas pada waktu yang
tepat dengan harga yang sangat tinggi. Seketika itu
kakak Roy Angel menjadi kaya raya. Setelah itu kakak Roy
Angel menanam saham pada perusahaan besar dan
memperoleh untung yang besar. Kini dia tinggal di
apartemen mewah di New York dan memiliki kantor di
Wallstreet.

Seminggu sebelum Natal, kakaknya menghadiahi Roy
Angel sebuah mobil baru yang mewah dan mengkilap.
Suatu pagi seorang anak gelandangan menatap mobilnya
dengan penuh kekaguman.

"Hai.. nak" sapa Roy
Anak itu melihat pada Roy dan bertanya "Apakah ini mobil Tuan?"
"Ya," jawab Roy singkat.
"Berapa harganya Tuan?"
"Sesungguhnya saya tidak tahu harganya berapa".
"Mengapa Tuan tidak tahu harganya, bukankan Tuan
yang punya mobil ini?" Gelandangan kecil itu
bertanya penuh heran.
"Saya tidak tahu karena mobil ini hadiah dari kakak saya"
Mendengar jawaban itu mata anak itu melebar dan bergumam,"Seandainya.... seandainya..."
Roy mengira ia tahu persis apa yang didambakan anak kecil itu,
"Anak ini pasti berharap memiliki kakak yang sama
seperti kakakku".
Ternyata Roy salah menduga, saat anak itu
melanjutkan kata-katanya:

"Seandainya... seandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu.."
Dengan masih terheran-heran Roy mengajak anak itu berkeliling dengan mobilnya.
Anak itu tak henti-henti memuji keindahan mobilnya.
Sampai satu kali anak itu berkata,"Tuan bersediakah
Tuan mampir ke rumah saya ? Letaknya hanya beberapa
blok dari sini".
Sekali lagi Roy mengira dia tahu apa yang ingin dilakukan anak ini.
"Pasti anak ini ingin memperlihatkan pada teman-temannya bahwa ia telah naik mobil mewah"
pikir Roy.
"OK, mengapa tidak", kata Roy sambil menuju arah rumah anak itu.
Tiba di sudut jalan si anak gelandangan memohon pada Roy untuk berhenti sejenak,
"Tuan, bersediakah Tuan menunggu sebentar? Saya akan segera kembali".
Anak itu berlari menuju rumah gubuknya yang sudah reot.
Setelah menunggu hampir sepuluh menit, Roy mulai penasaran apa yang dilakukan anak itu dan keluar dari mobilnya, menatap rumah reot itu.
Pada waktu itu ia mendengar suara kaki yang perlahan-lahan.
Beberapa saat kemudian anak gelandangan itu keluar
sambil menggendong adiknya yang lumpuh.
Setelah tiba di dekat mobil anak gelandangan itu berkata pada adiknya:

"Lihat... seperti yang kakak bilang padamu. Ini
mobil terbaru. Kakak Tuan ini menghadiahkannya pada
Tuan ini. Suatu saat nanti kakak akan membelikan
mobil seperti ini untukmu".

-----------==============----------------
Bukan karena keinginan seorang anak gelandangan
yang hendak menghadiahkan mobil mewah untuk adiknya
yang membuat Roy tak dapat menahan haru pada saat itu
juga, tetapi karena ketulusan kasih seorang kakak
yang selalu ingin memberi yang terbaik bagi adiknya.
Sandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu.



Kisah ini diambil dari sebuah kisah nyata yang
ditulis dalam sebuah buku
"Stories for the family's heart" by Alice Gray.


Bagi saya kisah ini sangat menyentuh dan membuat kita mengerti untuk selalu mengasihi orang lain.
Berikanlah yang terbaik bagi orang yang anda kasihi
selagi anda bisa, atau anda akan menyesal seumur
hidup anda.

No comments: