Monday, October 03, 2005

Kisah kotak sabun, cermin dan pensil

Seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun
masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu
pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.


1. Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang
kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar
di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang
mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan
kertas) kosong. Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah
tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua
kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu
alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian
pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi
untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja
keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi
tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak
sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut
tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat
tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.
Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan
pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang
rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah
kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar
dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin
tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin
tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari
jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang
ringan.

2. Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka
menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol,
karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk
memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan
12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi
pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam
berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai
dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius.
Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia? Mereka menggunakan pensil!

3. Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya.
Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa
lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Dia (pemilik)
mengundang sejumlah pakar untuk men-solve. Satu pakar menyarankan agar
menambah jumlah lift. Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu
jadi berkurang. Pakar lain meminta pemilik untuk mengganti lift yang
lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani. Kedua saran
tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, "Inti dari
komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu".
Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di
depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan
"menunggu" dan merasa "tidak menunggu lift".

Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It
Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga
bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun
solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah
yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi
daripada pada berfokus pada masalah.

No comments: