Tuesday, October 04, 2005

Saya Belajar......

Saya belajar,
bahwa tidak ada yang instant atau serba
cepat di dunia ini, semua butuh proses
dan pertumbuhan, kecuali saya ingin
sakit hati...

Saya belajar,
bahwa saya harus memilih apakah
menguasai sikap dan emosi atau sikap dan
emosi itu yang menguasai diri saya...

Saya belajar,
bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi
itu bukan berarti saya harus benci dan
berlaku bengis...

Saya belajar,
bahwa kata-kata manis tanpa tindakan
adalah saat perpisahan dengan orang yang
saya cintai...

Saya belajar,
bahwa orang-orang yang saya kasihi
justru sering diambil segera dari
kehidupan saya...

Saya belajar,
bahwa saya harus belajar dari kesalahan
yang pernah saya lakukan dan hidup untuk
masa depan, bukan terus menerus melihat
ke masa lampau...

Saya belajar,
bahwa cinta itu memberi dan mengerti
tanpa harus diberi dan dimengerti...

Saya belajar,
bahwa apa yang kita inginkan tidak
selalu sesuai dengan apa yang kita
butuhkan, dan kita harus berlapang dada
untuk menerimannya...

Monday, October 03, 2005

Kisah pohon mangga

Ada sebatang pohon mangga.
Daunnya rimbun, sarat berbuah sepanjang tahun.
Seorang anak kecil sangat senang bermain
di pohon mangga setiap harinya.
Memanjat ke puncak pohon, merayap ke dahan, dan memetik buahnya.
Kemudian meluncur turun bersandar di batang pohon dan
terlelap dalam kesejukan naungan daun yang rimbun.
Ia mencintai pohon mangga itu dan demikian pula pohon mangga itu kepadanya.

Waktu berlalu dengan cepatnya.
Anak kecil itu tumbuh menjadi remaja.
Dia tidak lagi suka bermain-main dan
tentunya jarang mendatangi pohon
mangga itu.

Sampai suatu hari si remaja menghampiri
pohon mangga dengan wajah muram.
Pohon mangga menyambutnya dengan gembira:
"Mari bermain seperti dahulu".
"Saya bukan anak-anak lagi, saya sudah remaja,
sudah tidak senang bermain".
"Lalu apa masalahmu.
Katakanlah, mungkin saya dapat menolongmu,
" pohon mangga membujuk.
"Begini, saya ingin mempunyai kecapi yang merdu
untuk menghibur kekasihku,"
si remaja ini mengutarakan kemusykilannya.

"Oh, itu mudah, petiklah buahku,
kemudian juallah untuk memperoleh uang.
Maka engkau dapat membeli kecapi yang merdu".

Si remaja itu bangkit semangatnya.
Dipetiknya buah mangga itu sampai tak bersisa.
Pohon mangga tampak gembira, karena telah mengeluarkan
siremaja itu dari kesusahannya.

Suatu hari remaja itu datang lagi ke pohon mangga.
Bergembiralah pohon mangga memanggilnya untuk bermain.
"Saya tidak punya waktu untuk bermain, saya telah dewasa,
telah beristeri," ujar remaja yang telah dewasa itu.
"Lalu kesulitan apa pula, boleh jadi saya dapat menolongmu lagi,"
kata pohon mangga.
"Begini, saya membutuhkan rumah tempat tinggal".

Belum sempat pemuda dewasa itu mengakhiri kalimatnya,
pohon mangga menyela,
"O, mudah pangkaslah semua dahan, dan cabang batangku,
cukuplah itu untuk mendirikan rumah."
Pemuda itu lalu memangkas.
Maka tinggallah pohon mangga seperti tonggak,
hanya batang tanpa dahan, cabang, ranting bahkan daun.
Tumbuh tidak, matipun tidak.

Waktu berlalu,
datanglah si pemuda itu ke pohon mangga yang sudah
menjadi tonggak.
"Boleh jadi inilah yang terakhir saya minta nasihat kepadamu.
Saya sudah menjelang manula.
Aku ingin menikmati hari tua,
berlayar di danau.
Bagaimana mungkin saya mendapatkan perahu,?"

"Tebanglah batangku pada pangkalnya,
buatlah perahu", kata akhir pohon mangga.

Kini pohon mangga yang dahulu berdaun rimbun, berbuah lebat,
hanya tinggal akar-akarnya saja yang tersembul sedikit di atas tanah.

Musim dan tahun berganti.
Laki-laki yang sudah tua renta itupun datang kembali.
Yang diinginkannya hanya sekedar melabuhkan dirinya
berbantalkan akar pohon mangga.

Pohon mangga ibarat kedua orang tua kita.
Ketika kecil kita senang bermain dengan mereka.
Tatkala dewasa, kita tinggalkan beliau berdua,
hanya datang bila dianggap perlu.
Padahal bagaimanapun keadaan mereka,
orang tua tetap akan memberikan segalanya kepada kita.
Selayaknyalah kita mendoakan kedua orang tua kita.

Kisah kotak sabun, cermin dan pensil

Seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun
masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu
pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.


1. Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang
kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar
di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang
mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan
kertas) kosong. Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah
tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua
kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu
alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian
pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi
untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja
keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi
tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak
sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut
tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat
tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.
Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan
pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang
rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah
kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar
dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin
tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin
tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari
jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang
ringan.

2. Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka
menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol,
karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk
memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan
12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi
pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam
berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai
dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius.
Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia? Mereka menggunakan pensil!

3. Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya.
Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa
lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Dia (pemilik)
mengundang sejumlah pakar untuk men-solve. Satu pakar menyarankan agar
menambah jumlah lift. Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu
jadi berkurang. Pakar lain meminta pemilik untuk mengganti lift yang
lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani. Kedua saran
tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, "Inti dari
komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu".
Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di
depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan
"menunggu" dan merasa "tidak menunggu lift".

Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It
Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga
bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun
solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah
yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi
daripada pada berfokus pada masalah.

Kisah gelandangan dan Alexander the Great

Ada sebuah cerita Yunani Kuno yang menarik.

Alkisah, ada gelandangan bernama Diogenes. Satu-satunya hal yang di
banggakan dalam hidupnya hanyalah peace of mind. Hasilnya tentu mudah
di tebak, ia menemukan dan memiliki banyak sekali hal dalam kehidupan.

Diogenes terkenal dengan kebijaksanaannya yang mengagumkan. Tak
heran, suatu kali Alexander the Great ingin mengujungi Diogenes yang
oleh banyak orang di beri sebutan 'Orang bijak di bak mandi'.

Tentu saja ketika di kunjungi, Diogenes lagi berendam di bak mandi.
Kagum dengan kebijaksanaan Diogenes, Alexander Agung menawarkan
hadiah. Dia bertanya kepada gelandangan yang bijak itu, "Adakah hal
yang bisa ia hadiahkan untuk Diogenes?"

Tanpa ada perubahan expresi sedikit pun di wajah manusia yang sudah
menemukan keindahan ini, ia langsung menjawab sederhana.
"Tolong jangan berdiri di situ, Anda menghalangi sinar matahari yang
menghangatkan tubuh saya."

Kisah Jam

Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang
dibuatnya. "Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetik paling tidak
31,104,000 kali selama setahun?"
"Ha?," kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya?"
"Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?" tanya si pembuat jam.
"Delapan puluh enam ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang
ramping-ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.
"Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?" tanya si pembuat jam.
"Dalam satu jam harus berdetik 3,600 kali? Banyak sekali itu" tetap
saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.
Tukang jam dengan penuh kesabaran kemudian berkata lagi kepada si jam.
"Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetik satu kali setiap detik?"

"Oh, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam dengan penuh semangat.

Kita semua tahu, bahwa jam kemudian berdetik 31.104.000 kali selama
setahun.

Kutipan Tokoh Dunia

Takut akan kegagalan seharusnya tidak menjadi alasan
untuk tidak mencoba sesuatu.
Kepemimpinan adalah Anda sendiri dan apa yang Andalakukan.
>Frederick Smith, Pendiri Federal Express

Kejujuran adalah batu penjuru dari segala kesuksesan,
Pengakuan adalah motivasi terkuat.
Bahkan kritik dapat membangun rasa percaya diri saat "disisipkan"
diantara pujian.
May Kay Ash, Pendiri Kosmetik Mary Kay

Jika Anda dapat memimpikannya, Anda dapat melakukannnya.
Ingatlah, semua ini diawali dengan seekor tikus,
Tanpa inspirasi, kita akan binasa.
Walt Disney, Pendiri Walt Disney Corporation

Uang merupakan hamba yang sangat baik, tetapi tuan
yang sangat buruk.
P.T. Barnum, Anggota Pendiri Sirkus Barnum & Bailey

Sumber kekuatan baru bukanlah uang yang berada dalam
genggaman tangan beberapa orang, namun informasi di
tangan orang banyak.
>John Naisbitt, Pemimpin Umum Naisbitt Group

Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat.
>Thomas A. Edison, Penemu dan Pediri Edison Electric Light Company

Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka;
namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu
tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak
melihat pintu lain yang telah terbuka.
>Alexander Graham Bell, Penemu dan Mantan Presiden National Geographic Society

Jangan biarkan jati diri menyatu dengan pekerjaan Anda.
Jika pekerjaan Anda lenyap, jati diri Anda tidak akan
pernah hilang.
>Gordon Van Sauter, Mantan Presiden CBS News

Hari ini Anda adalah orang yang sama dengan Anda di
lima tahun mendatang, kecuali dua hal : orang-orang di
sekeliling Anda dan buku-buku yang Anda baca.
>Charles "Tremendeous" Jones, Presiden Life Management Services, Inc.

Yang terpenting dalam Olimpiade bukanlah kemenangan,
tetapi keikutsertaan.
Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan
namun bagaimana bertanding dengan baik.
>Baron Pierre de Coubertin, Pendiri & Presiden pertama Komite Olimpiade International

Kedamaian hati adalah kedamaian sejati

Seorang Raja mengadakan sayembara dan akan memberi hadiah yang melimpah
kepada siapa saja yang bisa melukis tentang kedamaian. Ada banyak seniman
dan pelukis berusaha keras untuk memenagkan lomba tersebut. Sang Raja
berkeliling melihat-lihat hasil karya mereka. Hanya ada dua buah lukisan
yang benar-benar paling disukainya. Tapi, sang Raja harus memilih satu
diantara keduanya.

Lukisan pertama menggambarkan sebuah telaga yang tenang. Permukaan telaga
yang itu bagaikan cermin sempurna yang mematulkan kedamaian gunung-gunung
yang tenang menjulang mengitarinya. Di atasnya terpampang langit biru dengan
awan putih berarak-arak. Semua yang mandang lukisan ini akan berpendapat,
inilah lukisan terbaik mengenai kedamaian.

Lukisan kedua menggambarkan pegunungan juga. Namun tampak kasar dan gundul.
Di atasnya terlukis langit yang gelap dan merah menandakan turunnya hujan
badai, sedangkan tampak kilat menyambar-nyambar liar. Disisi gunung ada air
terjun deras yang berbuih-buih, sama sekali tidak menampakkan ketenangan dan
kedamaian. Tapi, sang raja melihat sesuatu yang menarik, Di balik air terjun
itu tumbuh
semak-semak kecil diatas sela-sela batu. Didalam semak-semak itu seekor
induk burung pipit meletakkan sarangnya. Jadi,ditengah-tengah riuh rendahnya
air terjun, seekor induk Pipit sedang mengerami telurnya dengan damai.
Benar-benar damai.

Lukisan manakah yang memenangkan lomba?
Sang Raja memilih lukisan nomor dua.
Tahukah Anda mengapa?
karena jawab sang Raja, "Kedamaian bukan berarti Anda harus berada di tempat
yang tanpa keributan, kesulitan atau pekerjaan yang keras dan sibuk.
Kedamaian adalah hati yang tenang dan damai, meski Anda berada di
tengah-tengah keributan luar biasa."

"Kedamaian hati adalah kedamaian sejati."